BanggaSurabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi merdeka Pondok Pesantren (Ponpes) dan Rumah Ibadah di
Cimahi 5 Agustus 2022 -- Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga sebagai sarana untuk menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Setiap mahasiswa akhir semester 5 atau 6 wajib melakukan kegiatan KKN. Dengan mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG's Desa" mahasiswa Universitas Pendidikan
DiPondok Pesantren Al Fatah Magetan, Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Payaman Magelang dan beberapa pondok pesantren lainnya mempunyai kegiatan dakwah kelingkungan pondok. Jl. Sidosermo Dalam III/3 Sidosermo Wonocolo Surabaya . Telp. (031) 8412160 . Kontak: KH. Mas Luqman Hakim Abd. Qodir . LANGITAN . SALAFIYAH SAFI'IYAH (PUTRA-PUTRI
Seorang santriwati pondok pesantren (Ponpes) Sumatera Thawalib Parabek di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan tewas usai terjatuh dari lantai 6 asrama putri ponpes tersebut. Korban berinisial MF (14) asal Painan, Pesisir Selatan. Saat ini, korban duduk di kelas 3 Ponpes Sumatera Thawalib Parabek.
. Surabaya adalah salah satu kota padat yang ada di Indonesia dan terkenal sebagai pusat penyebaran agama islam di Pulau Jawa. Oleh karena itu tidak heran apabila apabila di daerah ini terdapat banyak sekali pondok pesantren yang digunakan sebagai tempat belajar para santri untuk memperdalam ilmu pesantren yang ada di Jawa Timur, khususnya Surabaya ini juga banyak macamnya mulai dari pesantren salaf, modern, dan juga ponpes yang ada di sekitar lingkungan kampus. Pesantren Mahasiswa di SurabayaPondok pesantren mahasiswa merupakan lembaga pendidikan agama islam yang diikuti oleh mahasiswa sebagai santri yang belajar ilmu agama di ponpes pondok pesantren mahasiswa di Surabaya ini menjadi salah satu bukti bahwa terdapat harmonisasi budaya intelektualitas dengan menonjolkan nilai islami dengan kemajuan peradaban ilmu yang lebih luas. Daftar Pondok Pesantren Mahasiswa di SurabayaBerikut dibawah ini yang termasuk daftar pondok pesantren di Surabaya, khususnya untuk para mahasiswa maupun mahasiswi adalah 1. Pusat Ma’had Al JamiahPusat Ma’had Al Jamiah umumnya lebih dikenal sebagai pesantren mahasiswa atau pesantren kampus di kalangan akademisi UINSA. Pondok pesantren ini berdiri sejak 16 tahun yang lalu atau tepatnya di tahun Ma’had Al Jamiah merupakan lembaga pendidikan yang didirikan dibawah naungan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya UINSA. Sedangkan lokasinya sendiri sangat dekat dengan kampus yaitu hanya sekitar 200 meter dari kampus UINSA atau berada di Jl. Ahmad Yani No. 177 Kec Wonocolo, Jawa program unggulan yang terdapat di Pusat Ma’had Al Jami’ah yaitu seperti melaksanakan pembelajaran bidang wawasan keislaman, pusat tahfidz alquran, pembinaan akhlak, penyelenggaraan baca tulis quran, kajian kitab kuning dan lain-lain. 2. Pondok Pesantren Al JihadPondok pesantren Al Jihad merupakan ponpes mahasiswa yang didirikan sejak tahun 2005. Alamat pondok pesantren ini yaitu berada di Jl. Jemursari Utara RT 3 RW 9, Kec. Wonocolo, Jawa salah satu pondok pesantren mahasiswa di Indonesia ini selain memberikan bekal-bekal pendidikan agama islam juga memberikan bekal ketramplilan yang dibutuhkan para santri untuk menghadapi kehidupan di masa depan. 3. Pondok Pesantren Darul ArqomPondok pesantren darul arqom termasuk salah satu ponpes mahasiswa yang usianya sudah cukup tua yaitu berdiri sejak tangga 1 Mei 1972. Pendiri pondok pesantren ini yaitu bernama Alm. KH Abdul itu penekanan pembelajaran pada pondok pesantren Darul Arqom yaitu pada penguasaan al quran, terutama dalam bidang hafalan. Santri juga diberi pembelajaran hadits, fiqh, dan yang dipelajari yaitu bersumber dari kitab kuning berupa tafsir jalalain, goyah wataqrib, riyadhus sholihin dan mukhtarol hadits. Alamat lengkap pondok pesantren darul arqom berada di Jl. Jemur Wonosari, Surabaya. 4. Pondok Pesantren An-Nur Pondok pesantren An-Nur beralamat di Jl. Wonocolo No 10-A, Kec Wonocolo, Jawa Timur. Pesantren yang satu ini selain memberikan bekal pendidikan agama islam kepada para santrinya ternyata juga memberikan bekal pendidikan sosial, budaya, organisasi, dan olahraga. 5. Pondok Pesantren Luhur Al HusnaPondok pesantren luhur al husna adalah salah satu ponpes mahasiswa yang ada di Surabaya dengan penerapan kedisiplinannya yang sangat dikenal masyarakat ini juga mengajarkan kepada para santri penguasaan ilmu nahwu. Sedangkan tahun pembuatan pondok pesantren luhur al husna yaitu pada tahun 2003. Alamat ponpes ini berada di Jl. Jemur Wonosari, Gg. Masjid No 42, Surabaya. 6. Pondok Pesantren Jagad AlimussirryDaftar pondok pesantren mahasiswa yang terakhir adalah pondok pesantren jagad alimussirry yang lokasinya dekat dengan kampus UINSA, yaitu hanya berkisar 5 KM. Pondok pesantren yang satu ini merupakan ponpes moderat dan sangat aktif dalam berbagai kegiatan satu kegiatan yang dilakukan secara berkala di pondok pesantren jagad alimussirry ini yaitu menerbitkan jurnal studi islam. Bahkan para santri di pesantren ini juga melakukan berbagai kegiatan atau organisasi santri. Hingga pada akhirnya memunculkan banyak prestasi baik dari bidang akademik maupun non itulah saja informasi yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan daftar nama-nama pondok pesantren untuk mahasiswa yang ada di wilayah Kota Surabaya. Semoga saja bisa berguna untuk semuanya.
Banyak orangtua masih belum paham bahwa kota Surabaya menyimpan pondok pesantren yang tersebar di berbagai tempat di Surabaya. Mulai pondok pesantren yang masih dikelola secara tradisional, ada juga pondok pesantren yang sudah dikelola secara modern. Kali ini tim akan mereview daftar pondok pesantren modern pilihan di kota Surabaya yang bisa dijadikan rujukan bagi orangtua. Pondok Pesantren Al Fitrah Assalafy Yang pertama kami ulas adalah pondok pesantren paling terkenal. Yakni pondok pesantren Al Fitrah Assalafy. Tidak hanya terkenal, pesantren ini juga memiliki jumlah santri paling banyak. Lokasinya sangat luas. Berada di kawasan pemukiman padat. Yang hebat, pesantren ini mampu menjadi warna bagi warga sekitar. Selain paling terkenal dan paling banyak santrinya, pesantren Al Fitrah juga dikenal sebagai pondok pesantren tertua di Surabaya. Berada di daerah Kalikedinding Surabaya utara. Tepatnya tidak jauh dari jembatan Suramadu. Memiliki lembaga pendidikan mulai Raudatul Athfal, setara TK, hingga ma’had Ali perkuliahan. Ikon pesantren ini selain ketokohan pendirinya juga kubah masjidnya. Pesantren al Fitrah memiliki jamaah ribuan dalam sebuah jamaah solawat. Tiap tahun saat peringatan haul, ribuan jamaah hadir dari berbagai wilayah Indonesia. Pondok Pesantren Modern Hidayatullah Yang kedua kami ulas adalah pondok pesantren modern Hidayatullah. Pertama yang terpikir mendengar nama pondok pesantren ini adalah identic dengan sebuah majalah. Bernama Suara Hidayatullah. Ya, lembaga pendidikan berbasis pesantren ini memang satu naungan bersama majalah Suara Hidayatullah. Dikatakan pondok pesantren modern, karena pesantren Hidayatullah Surabaya sudah menggunakan model pengelolaan pendidikan secara professional dan modern. Missal, sudah memiliki lembaga pendidikan formal yang setara seperti sekolah negeri. Namun memiliki kelebihan disbanding sekolah negeri. System pembayaran pendidikan di pesantren Hidayatullah Surabaya tidak lagi manual, namun sudah system by transfer. Pesantren Hidayatullah Surabaya berlokasi di daerah Kejawan Putih Tambak. Berada di samping timur kampus ITS. Memiliki jenjang pendidikan mulai Day Care hingga perguruan tinggi. Bahkan menurut informasi terbaru, pondok pesantren modern di Surabaya ini juga sudah merintis sekolah orang tua dan sekolah umrah. Satu lompatan program yang luar biasa. Pondok Pesantren Tahfidz Quran Luqman Hakim Yang ketiga kami ulas adalah pondok pesantren tahfidz Quran Luqman al Hakim. Beberapa tahun ini program tahfidz Quran menjadi buah bibir di kalangan orang tua. Orangtua sudah sadar betapa pentingnya pendidikan Quran untuk anaknya. Di Surabaya terdapat pondok tahfidz Quran yang memiliki kualitas yang menurut kami sangat bagus. Diasuh langsung oleh Syeikh dari Yaman. Tempat belajarnya juga nyaman. Adalah pondok tahfidz Quran Surabaya Luqman al Hakim. Berlokasi di Jalan Kejawan Putih Tambak 6/1 Mulyorejo Surabaya. Menerima program pendidikan tahfidz Quran jenjang SMP dan SMA. Sementara ini focus untuk santri putra. Sayangnya, hanya menerima sedikit sekali. Hanya 10 santri SMP dan 10 santri SMA. Kabarnya tiap tahun menseleksi lebih dari 100 pendaftar program tahfidz Quran. Yang menarik dari SMP Tahfidz Quran Luqman al Hakim Surabaya ini, untuk belajar formalnya hanya satu hari. Selebihnya hafalan saja. Namun saat ujian nasional santri tahfidz juga mengikuti. Dan prestasi akademiknya juga tidak kalah dari yang setiap hari sekolah. Biaya masuk di pondok tahfidz Surabaya ini terbilang cukup mahal. Di tahun pertama sekira 29 juta. Dengan biaya perbulan sekitar 2,3 juta. Namun hasil yang diberikan sangat berbanding dengan biaya yang dikeluarkan. Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang pondok tahfidz Surabaya Luqman al Hakim ini, kami memiliki kontak admin. Silakan tanya. Cukup ramah. Nomornya tidak kami cantumkan. Silakan klik tombol dibawah ini untuk menghubungkan langsung dengan kontak WA admin. Yang terakhir, adalah pondok pesantren di Surabaya pendatang baru. Berdiri baru sekira 8 tahun sejak artikel ini ditulis. Berlokasi di daerah Kejawan Putih Tambak juga. Menerima santri cukup terbatas juga. Dan yang membatasi lagi, hanya menerima santri dari keluarga kurang mampu dan anak yatim dan piatu. Kualitasnya cukup bagus. Bahasa Arab dan Tahfidzny sangat baik. Pondok pesantren Daarut Tahfidz memang dikhususkan bagi yang ingin memperdalam ilmu Quran. Informasi pendaaftaran pesantren Daarut Tahfidz silakan klik dibawah ini Demikian ulasan daftar pondok pesantren modern pilihan di Surabaya. Semoga bisa memberikan info bermanfaat bagi bapak ibu dalam mencari pondok pesantren terbaik di Surabaya. Kalua di Surabaya ada, ngapain jauh jauh. Belajar di pondok pesantren manapun sama saja. Yang penting motivasi anak anak kuat. Lingkungan pondok pesantren yang sehat. Insha Allah hasilnya tidak mengecewakan. Mondok itu indah. Salam pondok pesantren modern di Surabaya.
loading...Para Pengurus Ponpes Hidayatullah Surabaya datang ke Balai Kota untuk meminta izin adanya rencana belajar di pesantren. Foto/SINDOnews/Aan Haryono SURABAYA - Pondok Pesantren ponpes yang ada di Kota Surabaya berencana untuk aktif kembali dalam proses belajar mengajar. Beberapa syarat utama pun harus dipenuhi untuk bisa kembali menjalani proses pengajaran. Penegasan itu disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika menerima kunjungan dari jajaran Pengurus Ponpes Hidayatullah Surabaya di Taman Surya Surabaya, Kamis 30/7/2020.Setelah berdiskusi panjang lebar tentang kesiapan pesantren menyambut santri di tengah wabah ini, Risma meminta kepada mereka untuk melakukan rapid tes terlebih dahulu, baik santri yang baru datang ke pondok, semua guru atau ustadnya, petugas kebersihan dan keamanan, serta orang-orang yang beraktifitas di ponpes itu. Baca juga Rencana Mendikbud Buka Sekolah di Luar Zona Hijau Terus Tuai Kritik “Jadi, nanti semuanya harus dirapid tes tes dulu, semuanya tanpa terkecuali, kita sediakan gratis nanti, kita fasilitasi. Bahkan kalau perlu, orang tua santri yang mengantar ke pondok juga harus dites,” kata melanjutkan, jika nanti ditemukan ada yang reaktif ketika dirapid tes, maka akan dites swab dan akan diisolasi dulu sembari menunggu hasil tes swabnya. Kemudian, jika santri itu sudah negatif atau sudah sembuh, maka akan dikembalikan lagi ke ponpes. “Kalau imunnya kuat, mungkin tidak lama kok Ustad isolasinya, nanti kami tes lagi,” juga meminta mereka untuk memperketat protokol kesehatannya, baik jalan masuk dan keluarnya santri, penyediaan fasilitas cuci tangan, bilik sterilisasi, serta kamar mandinya harus selalu bersih dan steril. Bahkan, Risma siap membantu mereka wastafel dan bilik sterilisasi. “Insyallah nanti akan kami bantu lagi,” tegasnya. Baca juga Uang Makan Santri PKS Inilah Potret Sebagian Lembaga Pendidikan Di samping itu, Presiden UCLG ASPAC ini juga meminta mereka untuk mengurangi jam masuknya, tidak boleh sama dengan jam masuk sebelum pandemi. Ia juga tak lupa menganjurkan untuk tidak menggunakan AC di ruangan, karena hal itu bisa berpotensi menularkan virus baru ini. “Jadi, tolong semua protokol kesehatan yang sudah disiapkan nanti diserahkan kepada kami, nanti akan ada tim yang evaluasi ke sana terkait persiapan protokol kesehatan ini,” Badan Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya Syamsuddin menuturkan, ponpes ini santrinya sekitar orang. Makanya, ia menilai perlu untuk meminta saran dan masukan serta bantuan dari Risma karena para santri itu akan segera kembali ke pondok.“Jadi, kami meminta dukungan dari Bu Wali terkait santri yang boarding atau yang mondok ini, karena mereka itu terdiri dari SMP dan SMA serta mahasiswa,” kata Syamsuddin. Baca juga Menag Salat Idul Adha Boleh Dilaksanakan untuk Daerah Aman COVID-19 Ia bersama pengurus pondok lainnya akhirnya bisa bernafas lega setelah wali kota menyetujui dan mengizinkan mereka untuk mengaktifkan kembali pondoknya. Bahkan, Wali Kota Risma juga sudah siap untuk memberikan fasilitas rapid tes kepada semuanya, sehingga mereka semakin senang dan berdasarkan diskusi dengan wali kota, maka rapid tes akan dilakukan pada saat kembalinya para santri yang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama santri itu akan kembali pada 2 Agustus 2020, tahap kedua pada 3 Agustus 2020 dan tahap ketiga pada 16 Agustus 2020.“Pada tanggal 2 itu kemungkinan akan diikuti oleh sekitar 300 orang yang terdiri dari santri, semua guru dan pengurus pesantren, serta orang-orang yang beraktivitas di pesantren. Kemudian tanggal 3 mungkin akan diikuti oleh 150 orang dan tanggal 16 mungkin 100 orang,” ungkapnya. mpw
di tengah megahnya Kota Surabaya, Pesantren Nurul Qurani Al Basuni berdiri sederhana di Peneleh Gang V. Tempat itu konon merupakan Pesantren Tahfidzul Quran atau pesantren hafalan Alquran tertua di Surabaya. Bangunannya sederhana. Hanya rumah dua lantai dengan cat hijau, lengkap dengan nama-nama wali atau sunan di bagian jendela. Pesantren itu berhadapan langsung dengan Masjid Jami Peneleh. Ketika masuk ke pesantren pada Rabu 14/4, beberapa santriwati menyambut. Sambil mengobrol, sesekali mereka melirik Alquran kecil di tangannya. ”Lagi menghafal. Nanti sore jadwal saya setor,” ujar Arina, salah satu santriwati yang menemui Nyai Aminah, 71, istri KH Dahlan Basyuni, pendiri pesantren, berbaring di atas ranjang di ruang tamu. Meski sulit berkomunikasi karena faktor usia, Nyai -begitu santri memanggilnya, masih menerima setoran hafalan Quran santriwan dan santriwati. Dzuriyah, salah seorang wakil dari Nyai Aminah, bercerita bahwa pesantren tersebut kini hanya memiliki 15 santriwan dan santriwati. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia. ”Ada yang dari Jakarta, Rembang, Gresik, dan Pacitan,” tutur Dzuriyah. Dzuriyah menjelaskan, per bulan, santri membayar sekitar Rp 300 ribu rupiah. Nominal itu untuk biaya makan dan pendidikan. ”Siapapun bisa daftar. Pagi mendaftar, malamnya bisa langsung jadi santri. Usia santri 18–20 tahun. Rata-rata sudah lulus SMA,” ujar Dzuriyah. Ubaidur Rachman, keponakan Nyai Aminah menjelaskan, dulunya bangunan pesantren menjadi satu dengan Masjid Jami Peneleh. Lantai dua pondok pesantren terhubung dengan masjid. Kegiatan di Nurul Qurani Al Basuni tidak jauh berbeda dari pesantren lai. Yakni hapalan Alquran, kemudian setor pada ustaz atau ustazah. ”Biasanya, kalau malam Jumat ada baca burdah atau diba shalawat Nabi,” terang Ubaidur Rachman. Pondok pesantren itu didirikan sekitar tahun 1966. Dalam arsip asli pondok, dijelaskan bahwa pondok itu bukan warisan dari orang tua, sebagaimana yang lazim terjadi di pesantren salaf lainnya. Pesantren itu berawal dari pengajian rutin warga kampung. Kemudian, lama-lama berdatangan santri luar yang menetap. Hingga pada 1970 ada sekitar 70 santri. ”Santri itu kebanyakan dari luar Jawa. Sebagian santri datang dari Malaysia. Pada tahun yang sama, Yai Lan panggilan KH Dahlan Basuni, pendiri pesantren haji selama 2 tahun. Setelah kembali, kemudian ke Malaysia dan kembali ke Surabaya pada 1980,” papar Ubaidur. Sebelumnya, pondok pesantren itu menempati bagian masjid. Kemudian sekitar tahun 1985, pindah ke luar masjid, sekitar 100 meter dari lokasi masjid. Alasannya, teras masjid yang digunakan sebagai sarana pondok dibongkar. Kemudian tiga kamar santri di dalam masjid atas yang menuju ke menara telah dikosongkan dan menjadi gudang. ”Di tempat yang baru, bangunan bertingkat dua dengan sepuluh kamar. Pondok pesantren putri didirikan pada 1970 dan diasuh Nyai Hj Aminah. Tempatnya di atas rumah beliau,” ujar Ubaidur Rachman. Awalnya, lanjut Ubaidur, pesantren itu diberi nama Roudlotul Ta’limil Qur’an. Kemudian diganti menjadi Pondok Pesantren Sunan Ampel. Lalu berganti lagi menjadi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an atau lebih terkenal dengan nama Pondok Peneleh. ”Modal utama Yai Lan mendirikan pesantren adalah karena beliau meyakini bahwa Alquran adalah petunjuk, pedoman dan pelajaran bagi siapapun yang mempelajari, mempercayai dan mengamalkannya. Yai Lan punya beberapa tujuan yakni menyebarluaskan Syiar Islam dengan menyebarluaskan Alquran,” papar Ubaidur Rachman. Selain itu, untuk mendorong kaum muslimin agar lebih mencintai dan gemar membaca, menghayati, memahami, dan melaksanakan ajaran Alquran dan menyiapkan generasi Qurani. ”Di sini juga kam memperbaiki dan meningkatkan kemampuan tahfidz para santri, menyebarluaskan hikmah yang terkandung dalam Alquran, dan membangun masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup jamaah,” papar Ubaidur Rachman. Saksikan video menarik berikut ini
pondok pesantren putri di surabaya